Bisnis Barbershop Di Masa Pandemi

Bisnis Barbershop Di Masa Pandemi

Sejak awal tahun 2020, pandemi covid-19 mulai merebak dan menjadikan terhalangnya berbagai aktivitas manusia. Mulai dari sekolah, pekerjaan, beragam jenis usaha pun ikut terdampak. Salah satunya adalah bisnis barbershop di masa pandemi yang sifatnya menyangkut pada produk pelayanan publik langsung pun terkena imbasnya.

Bisnis Barbershop Di Masa Pandemi

Saat kasus pasien positif covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan, pemerintah memberlakukan beberapa aturan ketat terkait social anda physical distancing. Sehingga pada bisnis barbershop pun cukup terkendala saat berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun ada beberapa tips yang bisa diterapkan bisnis barbershop di masa pandemi, diantaranya :

 

1. Selalu Menerapkan Protokol Kesehatan

Pandemi covid berhubungan erat dengan sistem kekebalan dan kesehatan tubuh manusia. Penularan bisa terjadi melalui percikan droplet ataupun bekas sentuhan dengan penderita. Maka dari itu, setiap pelanggan yang datang ke barbershop hendaknya selalu menerapkan protokol kesehatan. Baik menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

 

2. Menerapkan Sistem Pendaftaran Online

Pemerintah menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter. Apabila pelanggan barbershop terlalu berdekatan saat datang ke barbershop, sebaiknya anda perlu memutar otak agar tidak ada kerumunan di bisnis anda. Salah satunya dengan menerapkan sistem pendaftaran online. Misal melalui chat WA, website, ataupun aplikasi.

 

3. Memberi Batasan Kuota Pelanggan Setiap Harinya

Dalam kondisi normal, jika bisnis barbershop anda sering dikunjungi pelanggan, maka dalam kondisi pandemi saat ini anda perlu mengatur strategi baru. Buatlah batasan kuota pelanggan yang datang per harinya. Misal biasanya per hari mendapat 50 pelanggan, kini anda bisa membatasi sekitar 20 – 30 pelanggan. Anda juga bisa membuat membuat pembagian shift.

 

4. Selalu Menjaga Higienitas dan Sterilitas

Seorang barber dalam kegiatannya selalu bersentuhan dengan pelanggan karena terkait dengan layanan barbershop adalah seperti potong rambut. Untuk mengurangi penularan covid, maka hendaknya setiap peralatan cukur dibersihkan hingga steril. Selain itu, anda juga perlu mencuci cover jubah yang digunakan pelanggan saat pangkas rambut.

 

5. Menjaga Kebersihan Lingkungan Bisnis

Mendirikan usaha barbershop di masa pandemi ini memang banyak kendala dan tantangan. Namun jangan mengeluh dari setiap regulasi yang dicanangkan pemerintah terkait pencegahan covid di masyarakat. Anda bisa melihat sisi positif yang ditimbulkan dari keadaan buruk pandemi ini.

Sisi positifnya, anda dituntut untuk selalu menjaga kebersihan dalam lingkungan bisnis barbershop anda. misal membersihkan cermin, lantai, tempat duduk hingga menyemprotkan disinfektan.

 

6. Menerapkan Sistem Pembayaran Digital

Uang menjadi salah satu media yang sering dianggap sebagai sumber penularan virus covid. Sebagai bentuk pencegahan risiko tertular virus, anda bisa menerapkan sistem pembayaran jasa dalam bentuk nontunai. Contohnya yaitu menggunakan uang virtual melalui aplikasi digital atau melalui rekening bank online.

 

7. Membuat Modifikasi Ruangan yang Sesuai Kondisi

Salah satu cara agar tetap produktif di tengah pandemi, anda bisa membuat modifikasi ruangan dengan beberapa komponen tambahan. Misalnya membuat sekat antara satu tempat duduk dengan lainnya. Sekat yang bisa digunakan berupa fiber plastik bening atau acrylic. Selain itu, anda juga bisa memberikan jubah daur ulang yang digunakan untuk sekali pakai.

Itulah beberapa tips yang dapat anda terapkan pada bisnis barbershop di tengah pandemi. Karena virus covid dapat menular melalui sentuhan antar manusia, diharapkan masing-masing pribadi perlu sadar diri untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga salam menjalankan bisnis pun, kita harus selalu waspada dan selalu mematuhi peraturan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *