Kemitraan Barbershop Analisis Modal dan ROI: Berapa Lama Balik Modal?

Kemitraan Barbershop Analisis Modal dan ROI: Berapa Lama Balik Modal?

Pendahuluan: Mengapa Kemitraan Barbershop Sedang Booming?

Di era di mana penampilan dan grooming menjadi prioritas kaum urban, bisnis kemitraan barbershop menjelma menjadi primadona investasi yang menggiurkan. Tidak seperti salon konvensional, barbershop modern menawarkan lebih dari sekadar potong rambut; mereka menjual pengalaman, komunitas, dan gaya hidup. Namun, membangun brand dari nol membutuhkan waktu, energi, dan modal yang tidak sedikit.

Di sinilah kemitraan atau franchise barbershop hadir sebagai solusi. Dengan merek yang sudah dikenal, sistem operasional yang terstandarisasi, dan dukungan pemasaran dari pihak franchisor, peluang sukses jauh lebih besar. Tapi satu pertanyaan besar selalu menghantui calon mitra: “Berapa lama sih, modal saya bisa kembali?”

Jawabannya tidak sederhana. Bisa 8 bulan, bisa 18 bulan, bahkan lebih. Itu semua tergantung pada serangkaian faktor kritis yang akan kita kupas tuntas dalam artikel ini. Kami akan membedah setiap komponen modal, menganalisis aliran pendapatan, dan memberikan contoh konkret perhitungan ROI sehingga Anda bisa membuat keputusan investasi yang cerdas.

Bab 1: Membongkar Detail Modal Awal Usaha Kemitraan Barbershop

Sebelum menghitung laba dan ROI, Anda harus tahu persis ke mana uang Anda mengalir di tahap awal. Modal usaha kemitraan barbershop umumnya terbagi menjadi beberapa komponen berikut:

1. Franchise Fee (Biaya Kemitraan)

Ini adalah biaya yang Anda bayarkan kepada pemilik merek (franchisor) untuk hak menggunakan merek, sistem, dan dukungan operasional mereka. Besarnya sangat bervariasi, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 150 juta+, tergantung popularitas dan daya tarik merek tersebut.

2. Biaya Investasi Awal (Investasi Outlet)

Ini adalah komponen terbesar yang mencakup segala hal untuk membangun dan melengkapi outlet Anda:

  • Pembuatan atau Renovasi Ruangan: Termasuk desain interior, pekerjaan tukang, cat, listrik, AC, dan plumbing. Biaya bisa berkisar Rp 100 – 300 juta tergantung lokasi dan kondisi tempat.
  • Peralatan dan Perlengkapan Profesional: Kursi barber, cermin, wastafel, alat cukur (clipper, trimmer, gunting), sterilizer, dan produk grooming (pomade, tonic, aftershave). Budget: Rp 50 – 150 juta.
  • Biaya Furnitur dan Dekorasi: Sofa tunggu, meja resepsionis, rak display, dekorasi tema. Budget: Rp 20 – 50 juta.

3. Biaya Operasional Awal (Working Capital)

Modal kerja ini digunakan untuk menjalankan operasional sebelum outlet menghasilkan cukup cashflow.

  • Sewa dan Deposit Lokasi: Biaya sewa bulan pertama plus deposit (biasanya 3-6x sewa). Untuk lokasi strategis di kota besar, Rp 15 – 40 juta per bulan bukanlah hal aneh.
  • Biaya Lisensi dan Perizinan: SIUP, NIB, dan lainnya. Rp 2 – 10 juta.
  • Biaya Marketing dan Grand Opening: Untuk mempromosikan pembukaan outlet. Rp 5 – 20 juta.
  • Gaji Karyawan Bulan Pertama: Untuk 4-6 barber + 1 admin, budget Rp 15 – 30 juta.

4. Royalty Fee dan Marketing Fee Berkala

Meski bukan bagian dari modal awal, dua biaya ini sangat memengaruhi profitabilitas jangka panjang. Biasanya berupa persentase (4-8%) dari penjualan kotor yang dibayarkan setiap bulan kepada franchisor.

Total Estimasi Modal Awal: Jika diakumulasi, total investasi yang diperlukan untuk membuka satu outlet kemitraan barbershop dengan standar yang baik berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 1 Miliar+.

Bab 2: Sumber Pendapatan: Dari Mana Uang Mengalir?

Pemahaman tentang revenue stream adalah kunci untuk memaksimalkan ROI. Sebuah kemitraan barbershop modern memiliki beberapa sumber pendapatan:

  1. Layanan Inti (Core Services): Potong rambut, styling, cukur (razor shave), dan perawatan beard. Ini adalah tulang punggung pendapatan, menyumbang 60-70% dari total revenue.
  2. Layanan Premium (Premium Services): Hair coloring, treatment rambut (hair spa, thickening), dan paket grooming lengkap. Memiliki margin profit yang lebih tinggi.
  3. Penjualan Produk Retail (Retail Sales): Menjual produk pomade, shampoo, conditioner, dan alat grooming. Margin bisa mencapai 40-60% dan merupakan sumber pendapatan pasif yang excellent.
  4. Paket Membership / Langganan: Program loyalitas dimana member membayar bulanan/tahunan untuk mendapatkan potongan harga atau layanan gratis. Ini menciptakan aliran pendapatan yang pasti dan berulang.

Bab 3: Analisis ROI: Simulasi Perhitungan Balik Modal

Mari kita buat simulasi berdasarkan skenario menengah (mid-range).

Asumsi:

  • Total Modal Awal Investasi: Rp 700.000.000
  • Rata-rata Harga Layanan: Rp 75.000
  • Jumlah Customer per Hari: 25 orang (Asumsi 80% kapasitas)
  • Jumlah Hari Operasional per Bulan: 26 hari (libur Minggu)
  • Pendapatan dari Retail & Layanan Lain: Rp 5.000.000 per bulan
  • Royalty Fee ke Franchisor: 5% dari pendapatan kotor
  • Biaya Operasional Bulanan (Sewa, Gaji, Listrik, Air, Produk): Rp 55.000.000

Perhitungan Pendapatan Kotor per Bulan:

  • Pendapatan dari Layanan: 25 cust/hari * Rp 75.000 * 26 hari = Rp 48.750.000
  • Pendapatan dari Retail & Lainnya: Rp 5.000.000
  • Total Pendapatan Kotor/Bulan: Rp 53.750.000

Perhitungan Biaya Bulanan:

  • Biaya Operasional: Rp 55.000.000
  • Royalty Fee (5% dari Pendapatan Kotor): 5% * Rp 53.750.000 = Rp 2.687.500
  • Total Biaya/Bulan: Rp 57.687.500

Laba/Rugi Bersih per Bulan:

  • Pendapatan Kotor – Total Biaya = Rp 53.750.000 – Rp 57.687.500 = (-Rp 3.937.500)
  • ANDA MASIH RUGI pada skenario ini.

Strategi untuk Break Even dan Profit:

Skenario di atas menunjukkan betapa sensitifnya bisnis ini. Untuk mencapai BEP (Break Even Point), Anda perlu meningkatkan pendapatan atau mengoptimalkan biaya.

  • Tingkatkan jumlah customer menjadi 30/hari: Pendapatan jasa menjadi Rp 58.500.000. Total pendapatan = Rp 63.500.000.
  • Optimalkan biaya operasional menjadi Rp 50jt/bulan.
  • Royalty Fee (5% dari 63.5jt) = Rp 3.175.000.
  • Total Biaya = Rp 50jt + Rp 3.175jt = Rp 53.175.000
  • LABA/BULAN = Rp 63.5jt – Rp 53.175jt = Rp 10.325.000

Perhitungan Balik Modal (ROI):

  • Laba/Bulan setelah optimalisasi: ~Rp 10.000.000
  • ROI = (Total Modal Awal / Laba Bersih per Bulan)
  • ROI = Rp 700.000.000 / Rp 10.000.000 = 70 bulan? Itu terlalu lama.

Kunci sebenarnya adalah meningkatkan nilai transaksi, bukan hanya jumlah customer.

  • Naikkan harga rata-rata layanan dengan tambahan value (minuman gratis, konsultasi gaya) menjadi Rp 90.000.
  • Push layanan premium (shave, coloring) yang harganya Rp 150.000 – Rp 300.000.
  • Aktif jual retail. Jika 10% dari 30 customer beli produk @Rp 200.000, maka pendapatan retail naik drastis.

Dengan strategi upsell dan cross-sell yang agresif, laba bersih per bulan yang realistis untuk outlet baik adalah Rp 15 – 25 juta.

  • ROI = Rp 700.000.000 / Rp 20.000.000 = 35 bulan atau kurang lebih 3 tahun.

Ini adalah estimasi yang lebih realistis dan dapat dicapai dengan manajemen dan pemasaran yang baik.

Bab 4: Faktor-Faktor Penentu Kecepatan Balik Modal

  1. Lokasi: Lokasi adalah segalanya. Lokasi di pusat keramaian dengan visibilitas tinggi akan mendatangkan lebih banyak walk-in customer.
  2. Kualitas dan Konsistensi Layanan: Barber yang handal dan ramah adalah aset terbesar. Pelayanan yang konsisten membuat customer loyal dan menjadi promoter gratis.
  3. Manajemen Operasional yang Efisien: Pengelolaan stok, penjadwalan barber, dan kontrol biaya listrik/air yang ketat sangat memengaruhi bottom line.
  4. Strategi Pemasaran yang Kreatif: Manfaatkan Instagram dan TikTok untuk showcase hasil potongan dan suasana outlet. Kolaborasi dengan influencer lokal dan buat program referral.
  5. Dukungan Franchisor: Pilih franchisor yang aktif memberikan support, training berkelanjutan, dan kampanye pemasaran nasional yang membawa dampak lokal.

Bab 5: Tips Mempercepat Return on Investment (ROI)

  • Fokus pada Customer Experience: Berikan pengalaman yang memorable dari mereka masuk hingga keluar. Ini meningkatkan loyalitas dan nilai ulasan online.
  • Upsell dengan Smart, bukan Pushy: Tawarkan layanan upgrade atau produk retail yang memang relevan dengan kebutuhan customer.
  • Bangun Komunitas: Jadikan barbershop Anda sebagai tempat nongkrong. Adakan event kecil atau collaboration dengan brand lain.
  • Monitor Data dan Analytics: Gunakan software POS untuk melacak layanan paling laris, jam sibuk, dan performa setiap barber. Jadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
  • Retensi Pelanggan: Program membership adalah cara terbaik untuk memastikan pendapatan berulang dan menjaga customer agar tidak lari ke kompetitor.

Kesimpulan

Menjawab pertanyaan “Berapa Lama Balik Modal Usaha Kemitraan Barbershop?” tidak bisa dilakukan dengan satu kalimat. Investasi ini bukan skema cepat kaya. Ini adalah bisnis riil yang membutuhkan dedikasi, strategi, dan eksekusi yang brilian.

Dengan total modal awal yang bisa mencapai ratusan juta hingga satu milyar, target balik modal yang realistis adalah dalam kisaran 2 hingga 4 tahun. Angka ini sangat tergantung pada lokasi, kemampuan manajemen, kekuatan brand franchisor, dan yang paling penting, strategi Anda dalam meningkatkan nilai transaksi rata-rata.

Lakukan riset mendalam sebelum memilih brand franchisor, kalkulasi semua angka dengan pesimis, dan siapkan mental untuk terjun langsung mengelola bisnis ini. Jika dijalankan dengan passion dan kecerdasan bisnis, kemitraan barbershop bukan hanya tentang balik modal, tapi tentang membangun aset yang menghasilkan untuk jangka panjang.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q1: Mana yang lebih menguntungkan, buka barbershop sendiri atau jadi mitra/franchise?

A: Masing-masing punya keunggulan. Barbershop mandiri memberi kebebasan penuh dan profit margin lebih tinggi karena tidak ada royalty, tetapi butuh waktu lama untuk membangun brand dan sistem dari nol. Kemitraan (franchise) memberikan brand yang sudah dikenal, sistem operasional yang teruji, dan dukungan pemasaran, sehingga peluang suksesnya lebih cepat, meski ada biaya royalty. Untuk pemula, franchise seringkali pilihan yang lebih aman.

Q2: Apakah perlu latar belakang khusus (seperti bisa cukur) untuk jadi mitra?

A: Umumnya tidak. Franchisor yang baik akan memberikan training lengkap mengenai operasional, standar layanan, dan manajemen bisnis. Peran Anda sebagai mitra adalah lebih ke arah manajer yang menjalankan bisnis. Namun, memiliki ketertarikan dan passion di dunia grooming tentu akan menjadi nilai tambah yang besar.

Q3: Bagaimana cara memilih brand franchisor kemitraan barbershop yang tepat?

A: Lakukan ini:

  • Riset Reputasi: Cek online reviews dan testimoni dari mitra yang sudah ada.
  • Financial Transparency: Pastikan franchisor terbuka mengenai detail modal, royalty, dan proyeksi keuangan.
  • Visit Existing Outlets: Kunjungi outlet mereka yang sudah berjalan. Amati kebersihan, pelayanan, dan jumlah customer.
  • Dukungan yang Diberikan: Tanyakan detail support yang akan Anda dapatkan (training, marketing, pemilihan lokasi, dll).
  • Legalitas: Pastikan merek tersebut terdaftar resmi dan memiliki dokumen franchise yang lengkap.

Q4: Berapa jumlah barber ideal untuk awal buka?

A: Idealnya mulai dengan 4-5 barber. Ini memastikan Anda memiliki kapasitas yang cukup untuk hari biasa dan hari sibuk (weekend) tanpa membebani biaya gaji di bulan-bulan awal. Anda bisa menambah jumlah seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan.

Q5: Bagaimana strategi menghadapi kompetitor yang sudah lebih dulu ada di lokasi?

A: Jangan langsung perang harga. Fokus pada diferensiasi:

  • Layanan Unggulan: Tawarkan layanan khusus yang mereka tidak punya (e.g., specific hair treatment, experience cukur tradisional yang autentik).
  • Ambience: Ciptakan suasana dan konsep tempat yang lebih menarik untuk dijadikan spot nongkrong.
  • Personal Connection: Barber yang ramah dan bisa berkomunikasi dengan baik akan membuat pelanggan merasa dihargai dan kembali lagi.
  • Promosi Pembukaan: Buat penawaran grand opening yang menarik untuk menarik massa untuk mencoba.

Q6: Apakah bisnis ini bisa pasif? Atau harus dikelola sendiri?

A: Sangat tidak disarankan untuk dijadikan bisnis pasif, terutama di tahun pertama. Kehadiran Anda sebagai owner sangat crucial untuk memastikan standar operasional berjalan, memotivasi staff, dan langsung mendengarkan feedback dari customer. Setelah bisnis berjalan stabil dengan manager yang terpercaya, Anda bisa mulai mengambil peran yang lebih pasif.

Tren Franchise Barbershop: Peluang Bisnis yang Tak Pernah Sepi

Tren Franchise Barbershop: Peluang Bisnis yang Tak Pernah Sepi

Tren Franchise Barbershop: Peluang Bisnis yang Tak Pernah Sepi

Industri franchise barbershop telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan diri, termasuk gaya rambut.

Tidak hanya melayani kebutuhan dasar mencukur rambut, barbershop modern kini menawarkan pengalaman eksklusif dengan fasilitas premium, interior yang menarik, hingga layanan tambahan seperti perawatan wajah dan spa.

Salah satu tren yang semakin populer dalam industri ini adalah franchise barbershop. Model usaha seperti ini memungkinkan para pembisnis untuk memanfaatkan brand yang sudah dikenal oleh masyarakat, sistem operasional yang sudah teruji, dan dukungan dari penuh pemilik franchise dapat memudahkan pembiinis dalam menjalankan nya. Berikut adalah alasan mengapa franchise barbershop menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

1. Permintaan yang Stabil

Potongan rambut adalah kebutuhan yang tak bisa ditunda lama. Baik pria maupun wanita, semua memerlukan layanan ini secara rutin. Dengan pasar yang luas dan permintaan yang stabil, barbershop hampir selalu memiliki pelanggan, terutama jika lokasinya strategis.

2. Brand Recognition

Memulai bisnis dari nol seringkali memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan pelanggan. Dengan bergabung dalam franchise, Anda sudah memiliki keuntungan berupa nama merek yang dikenal luas. Ini membantu menarik pelanggan lebih cepat dibandingkan membangun merek baru.

3. Sistem yang Teruji

Franchise barbershop biasanya telah memiliki sistem operasional yang terstruktur dan teruji. Mulai dari pelatihan karyawan, manajemen inventaris, hingga strategi pemasaran, semuanya dirancang untuk membantu mitra franchise menjalankan bisnis dengan lebih efisien.

4. Dukungan dari Pemilik Franchise

Sebagian besar pemilik franchise menawarkan dukungan penuh kepada mitra mereka, termasuk pelatihan, pemasaran, dan pengawasan operasional. Suport dari pemilik franchise sangat membantu para mitra , terlebih lagi untuk para pembisnis baru yang ingin terjun ke dunia bisnis franchise.

5. Tren Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin menghargai perawatan diri turut mendukung pertumbuhan bisnis barbershop. Banyak pelanggan kini mencari barbershop yang tidak hanya menawarkan potongan rambut, tetapi juga memberikan pengalaman yang nyaman dan berkesan.

6. Potensi Keuntungan yang Besar

Dengan pengelolaan yang tepat, barbershop dapat menghasilkan margin keuntungan yang signifikan. Layanan tambahan seperti perawatan rambut, penjualan produk styling, atau membership bulanan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Tips Sukses Memulai Franchise Barbershop

Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis franchise barbershop, berikut beberapa tips yang bisa membantu:

Pilih Franchise yang Reputasinya Baik:

Pastikan Anda bergabung dengan merek yang memiliki rekam jejak positif dan diterima oleh pasar.

Lokasi Strategis:

Pilih lokasi yang mudah dijangkau dan memiliki potensi pasar besar, seperti di area perkantoran, pusat perbelanjaan, atau kawasan pemukiman.

Pelajari Sistem Franchise:

Pahami kontrak, sistem operasional, dan kewajiban Anda sebagai mitra franchise.

Fokus pada Pelayanan Pelanggan:

Berikan layanan terbaik agar pelanggan puas dan mau kembali lagi.
Dengan melihat tren dan keunggulan yang ditawarkan, franchise barbershop adalah peluang bisnis yang menjanjikan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, memilih untuk bergabung dalam sistem franchise bisa menjadi langkah cerdas untuk memulai bisnis di industri yang tak pernah sepi ini.

Keuntungan dan Tantangan Menjalankan Franchise Barbershop

Keuntungan dan Tantangan Menjalankan Franchise Barbershop

Keuntungan dan Tantangan Menjalankan Franchise Barbershop

Franchise barbershop menjadi pilihan menarik bagi banyak pengusaha yang ingin memasuki industri perawatan rambut pria. Dengan konsep yang sudah teruji dan merek yang dikenal, bisnis ini menawarkan berbagai keuntungan. Namun, seperti bisnis lainnya, menjalankan franchise barbershop juga memiliki tantangan tersendiri. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai keuntungan dan tantangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memulai.

Keuntungan Menjalankan Franchise Barbershop

1. Model Bisnis yang Terbukti

Salah satu daya tarik utama dari franchise adalah model bisnisnya yang telah teruji. Dengan sistem yang sudah mapan, Anda dapat menghindari banyak kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pemula.

2. Dukungan dari Pemilik Franchise

Sebagian besar franchisor menyediakan pelatihan, dukungan pemasaran, dan panduan operasional. Ini sangat membantu terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman di industri ini.

3. Merek yang Dikenal

Dengan memilih franchise barbershop yang sudah populer, Anda dapat menarik pelanggan lebih mudah karena kepercayaan terhadap merek tersebut sudah ada.

4. Peluang Pasar yang Besar

Gaya hidup modern membuat kebutuhan akan layanan barbershop semakin meningkat. Selain itu, tren perawatan diri di kalangan pria juga terus berkembang, memberikan peluang besar untuk pertumbuhan bisnis.

5. Efisiensi Operasional

Dengan standar yang sudah ditetapkan oleh franchisor, operasional barbershop menjadi lebih efisien. Anda juga bisa mendapatkan akses ke supplier dan produk dengan harga khusus.
Tantangan Menjalankan Franchise Barbershop

1. Biaya Awal yang Tinggi

Memulai franchise memerlukan investasi awal yang cukup besar, termasuk biaya lisensi, renovasi tempat, dan pembelian perlengkapan.

2. Keterbatasan Kreativitas

Sebagai pemegang franchise, Anda harus mengikuti aturan dan standar yang ditetapkan oleh franchisor. Hal ini dapat membatasi kreativitas dalam mengelola bisnis.

3. Persaingan yang Ketat

Industri barbershop kini semakin kompetitif. Selain bersaing dengan franchise lain, Anda juga harus bersaing dengan barbershop independen.

4. Ketergantungan pada Reputasi Merek

Jika franchisor mengalami masalah reputasi, hal ini dapat berdampak langsung pada bisnis Anda, meskipun Anda menjalankan operasional dengan baik.

5. Royalti dan Biaya Berkelanjutan

Sebagai bagian dari kontrak franchise, Anda diwajibkan membayar royalti atau biaya bulanan. Biaya ini bisa menjadi beban jika pendapatan barbershop belum stabil.

Tips Sukses Menjalankan Franchise Barbershop

Pilih Franchise dengan Reputasi Baik:

Lakukan riset mendalam sebelum memilih franchisor. Pastikan penyedia franchise sudah memiliki rekam jejak yang bagus dan mendukung semua mitra mereka.

Lokasi Strategis:

Lokasi adalah salah satu kunci sukses bisnis barbershop. Pilih lokasi yang mudah dijangkau dan memiliki potensi pasar yang besar.

Fokus pada Layanan Pelanggan:

Pelayanan yang ramah dan profesional akan membuat pelanggan kembali lagi.

Manfaatkan Dukungan Franchisor:

Ikuti pelatihan dan manfaatkan semua sumber daya yang diberikan untuk meningkatkan bisnis Anda.

Kelola Keuangan dengan Bijak:

Pastikan Anda memiliki rencana keuangan yang baik untuk menghadapi biaya operasional dan royalti.

Menjalankan franchise barbershop adalah peluang yang menarik, terutama bagi mereka yang ingin memanfaatkan merek yang sudah mapan. Namun, penting untuk memahami keuntungan dan tantangan yang ada agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan memaksimalkan peluang sukses.

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Franchise Barbershop?

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Franchise Barbershop?

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Franchise Barbershop?

Memulai bisnis franchise barbershop bisa menjadi langkah yang menarik, terutama dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan grooming dan penataan rambut. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk bergabung dengan franchise barbershop, penting untuk memahami berapa besar modal yang dibutuhkan. Berikut adalah rincian yang dapat membantu Anda memperkirakan investasi awal yang diperlukan.

1. Biaya Franchise

Biaya franchise adalah komponen utama yang perlu Anda siapkan. Harga ini sudah termasuk seperti hak untuk menggunakan brand, training karyawan, dan dukungan penuh dalam operasional dari franchisor. Untuk franchise barbershop, biaya ini biasanya berkisar antara Rp50 juta hingga Rp200 juta, tergantung pada merek dan skala bisnisnya.

2. Sewa Lokasi

Lokasi strategis adalah kunci keberhasilan barbershop. Biaya sewa lokasi bervariasi tergantung pada kota dan area yang dipilih. Di kota besar, biaya sewa bulanan bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp50 juta, sementara di kota kecil atau pinggiran, biayanya mungkin lebih rendah.

3. Renovasi dan Dekorasi

Sebagian besar franchise barbershop memiliki standar desain tertentu yang harus diikuti. Biaya renovasi dan dekorasi ruang bisa memakan biaya sekitar Rp30 juta hingga Rp100 juta, tergantung pada ukuran dan kondisi awal tempat tersebut.

4. Peralatan dan Furnitur

Barbershop memerlukan berbagai peralatan seperti kursi barbershop, cermin, gunting, alat cukur elektrik, dan lainnya. Total harga untuk perlengkapan dan peralatan ini biasanya kisaran antara lain Rp20 juta sampai Rp50 juta.

5. Biaya Operasional Awal

Biaya operasional awal mencakup gaji karyawan, biaya listrik, air, dan bahan habis pakai seperti sampo dan produk grooming lainnya. Sebaiknya Anda menyiapkan dana operasional untuk 3-6 bulan pertama, yang bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp50 juta.

6. Royalti dan Marketing Fee

Beberapa franchisor mengenakan biaya royalti bulanan atau persentase dari pendapatan. Selain itu, ada juga marketing fee yang digunakan untuk promosi bersama. Biaya ini biasanya sekitar 5-10% dari total pendapatan bulanan.

7. Dana Cadangan

Tidak ada bisnis yang bebas risiko. Dana cadangan sangat penting untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak atau pengeluaran tak terduga. Sebaiknya siapkan dana cadangan sebesar 10-20% dari total investasi awal.

Total Estimasi Modal

Jika dijumlahkan, modal awal untuk memulai franchise barbershop bisa berkisar antara Rp150 juta hingga Rp500 juta, tergantung pada merek dan lokasi yang dipilih.

Tips untuk Menghemat Modal

1. Cari Lokasi yang Tepat:

Pilih lokasi yang strategis tetapi dengan biaya sewa yang masih dalam anggaran Anda.

2. Bandingkan Franchise:

Pelajari beberapa pilihan franchise untuk mendapatkan penawaran terbaik.

3. Gunakan Peralatan Berkualitas tetapi Terjangkau:

Tidak semua peralatan harus premium, selama fungsionalitasnya memadai.

Memulai franchise barbershop memerlukan persiapan yang matang, baik dari segi keuangan maupun operasional. Dengan memahami kebutuhan modal dan melakukan perencanaan yang baik, Anda dapat memaksimalkan peluang sukses dalam bisnis ini.

5 Franchise Barbershop Terbaik untuk Memulai Bisnis Anda di 2025

5 Franchise Barbershop Terbaik untuk Memulai Bisnis Anda di 2025

5 Franchise Barbershop Terbaik untuk Memulai Bisnis Anda di 2025

Franchise barbershop semakin diminati belakangan ini, terutama karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap grooming dan penampilan. Jika Anda tertarik memulai bisnis di industri ini, bergabung dengan franchise barbershop bisa menjadi pilihan cerdas. Berikut adalah lima franchise barbershop terbaik yang layak dipertimbangkan untuk memulai bisnis Anda di tahun 2025.

1. Barbertopia

Barbertopia telah menjadi salah satu nama besar dalam industri grooming pria di Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan gaya modern dan tradisional, Barbertopia menawarkan layanan potong rambut berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Mereka juga menyediakan pelatihan lengkap bagi mitra franchise sehingga Anda dapat menjalankan bisnis dengan percaya diri.

Keunggulan:

  • Dukungan operasional penuh dari tim pusat.
  • Brand yang sudah dikenal luas di kalangan pria urban.
  • Potensi penghasilan tinggi berkat pelanggan setia.

2. Men’s Republic Barbershop

Men’s Republic Barbershop dikenal karena pelayanannya yang premium dan fasilitas yang nyaman. Franchise ini cocok bagi Anda yang ingin menarik pasar menengah ke atas. Selain itu, Men’s Republic juga memiliki program pemasaran yang efektif untuk membantu mitra bisnis.

Keunggulan:

  • Pelatihan intensif untuk staf dan pemilik.
  • Konsep interior yang elegan dan nyaman.
  • Sistem manajemen berbasis teknologi.

3. PAX Barbershop

PAX Barbershop menawarkan layanan lengkap, mulai dari potong rambut hingga perawatan wajah dan jenggot. Mereka fokus pada pengalaman pelanggan yang personal, yang membuat pelanggan kembali lagi. Franchise ini juga memiliki biaya awal yang relatif terjangkau.

Keunggulan:

  • Model bisnis fleksibel untuk berbagai lokasi.
  • Biaya investasi yang kompetitif.
  • Dukungan promosi digital yang kuat.

4. Mister Barber

Mister Barber adalah franchise barbershop yang telah memiliki cabang di berbagai kota besar di Indonesia. Dengan fokus pada layanan cepat namun berkualitas, Mister Barber menjadi pilihan populer bagi pria yang memiliki gaya hidup sibuk.

Keunggulan:

  • Proses perizinan yang mudah bagi mitra baru.
  • Program loyalitas pelanggan yang efektif.
  • Sistem operasional yang sudah terstandarisasi.

5. Barber House

Barber House menghadirkan suasana yang unik dengan mengusung konsep vintage yang menarik. Franchise ini juga menawarkan berbagai produk grooming eksklusif yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi mitra bisnis.

Keunggulan:

  • Konsep yang unik dan mudah diingat.
  • Peluang untuk menjual produk eksklusif.
  • Komunitas mitra yang solid untuk berbagi pengalaman bisnis.

Tips Memilih Franchise Barbershop yang Tepat

Sebelum memilih franchise, pastikan Anda mempertimbangkan hal-hal berikut:

1. Modal Awal: Pilih franchise yang sesuai dengan anggaran Anda.

2. Lokasi: Pastikan lokasi barbershop Anda memiliki potensi pasar yang besar.

3. Dukungan Franchise: Cari tahu sejauh mana dukungan yang diberikan, seperti pelatihan, pemasaran, dan operasional.

4. Reputasi Brand: Pilih brand yang memiliki reputasi baik dan dikenal luas oleh masyarakat.

Dengan memilih franchise yang tepat, Anda bisa memulai bisnis barbershop dengan risiko yang lebih minim dan peluang sukses yang lebih besar. Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari industri grooming pria yang terus berkembang di tahun 2025!

Panduan Memilih Franchise Barbershop yang Menguntungkan di Indonesia

Panduan Memilih Franchise Barbershop yang Menguntungkan di Indonesia

Panduan Memilih Franchise Barbershop yang Menguntungkan di Indonesia

Industri franchise barbershop di Indonesia terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan diri. Salah satu cara untuk terjun ke bisnis ini adalah dengan bergabung dalam franchise barbershop yang sudah memiliki nama dan sistem yang mapan. Namun, memilih franchise barbershop yang tepat memerlukan pertimbangan yang matang. Berikut adalah panduan untuk membantu Anda memilih franchise barbershop yang menguntungkan di Indonesia.

1. Pahami Reputasi Franchise

Reputasi adalah salah satu faktor utama dalam memilih franchise. Lakukan riset mendalam tentang franchise barbershop yang Anda minati. Cari tahu apakah brand tersebut memiliki citra positif di mata konsumen dan bagaimana ulasan dari para mitranya. Anda dapat mencari informasi ini melalui internet, media sosial, atau bertanya langsung kepada pemilik franchise lain.

2. Periksa Sistem dan Dukungan yang Ditawarkan

Franchise yang baik biasanya menawarkan sistem yang solid dan dukungan penuh kepada mitranya. Pastikan Anda memahami apa saja yang termasuk dalam paket franchise, seperti:

  • Pelatihan untuk karyawan.
  • Panduan operasional.
  • Dukungan pemasaran.
  • Sistem manajemen yang terintegrasi.

Dukungan yang memadai dapat membantu Anda menjalankan bisnis dengan lebih mudah, terutama jika Anda masih baru dalam industri ini.

3. Tinjau Modal Awal dan Biaya Franchise

Biaya menjadi faktor penting dalam memilih franchise. Periksa berapa besar modal awal yang dibutuhkan dan apakah sesuai dengan anggaran Anda. Selain itu, perhatikan pula biaya royalti atau biaya lain yang perlu dibayarkan secara berkala. Pastikan bahwa potensi pendapatan dari barbershop tersebut mampu menutupi biaya-biaya tersebut dan memberikan keuntungan.

4. Lokasi dan Potensi Pasar

Lokasi adalah kunci keberhasilan bisnis barbershop. Pilihlah lokasi yang strategis, seperti dekat area perumahan, kampus, atau pusat perbelanjaan. Diskusikan dengan pihak franchisor apakah mereka memberikan bantuan dalam menentukan lokasi yang potensial. Selain itu, lakukan analisis pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen di lokasi tersebut.

5. Cek Kelengkapan Legalitas

Pastikan bahwa franchise yang Anda pilih memiliki legalitas yang lengkap dan sesuai dengan peraturan di Indonesia. Legalitas ini mencakup hak merek, perjanjian franchise, dan dokumen-dokumen lain yang relevan. Legalitas yang jelas akan memberikan perlindungan hukum bagi Anda sebagai mitra.

6. Evaluasi Potensi Keuntungan

Analisis potensi keuntungan yang dapat Anda peroleh dari franchise tersebut. Tanyakan kepada franchisor tentang proyeksi pendapatan, target penjualan, dan waktu balik modal (ROI). Franchise yang baik biasanya memiliki proyeksi yang realistis dan terbukti dari pengalaman mitra sebelumnya.

7. Pertimbangkan Tren dan Inovasi

Industri barbershop terus berkembang mengikuti tren gaya rambut dan perawatan pria. Pilih franchise yang selalu mengikuti tren dan berinovasi, seperti menyediakan layanan tambahan (contoh: spa pria atau grooming) atau menghadirkan teknologi terbaru dalam operasionalnya. Hal ini akan membantu bisnis Anda tetap relevan dan menarik bagi konsumen.

8. Wawancara dengan Franchisor dan Mitra Lain

Sebelum memutuskan, luangkan waktu untuk berbicara langsung dengan franchisor dan mitra lain yang sudah bergabung. Dari sini, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengalaman mereka, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana franchisor mendukung mereka dalam mengatasi masalah.

Kesimpulan

Memilih franchise barbershop yang menguntungkan membutuhkan riset dan analisis yang mendalam. Dengan memperhatikan reputasi, sistem dukungan, modal, lokasi, legalitas, potensi keuntungan, serta tren yang diusung oleh franchise, Anda dapat memaksimalkan peluang sukses dalam bisnis ini. Ingatlah bahwa keputusan yang matang akan menjadi fondasi kuat untuk keberhasilan bisnis barbershop Anda di masa depan.

Cukuran Botak Keren

Cukuran Botak Keren

Selama masa pandemi, tentunya Anda akan sangat jarang ke salon untuk melakukan perawatan rambut, termasuk dengan memotong rambut. Jika memanjangkan rambut juga tentunya butuh perawatan tambahan. Nah, tentunya model cukuran botak keren bisa jadi pilihan praktis dalam situasi seperti saat ini.

Memang tidak ada salahnya jika Anda ingin mencukur habis rambut Anda alias potong botak. Namun, sebelum Anda melakukan hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan terlebih dahulu.

1. Lihat Bentuk Kepala Anda

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pria ketika akan memotong rambut adalah melupakan bentuk kepalanya. Jika kepala Anda berbentuk bulat, maka mencukur rambut hingga botak pun akan terlihat baik-baik saja.

Akan tetapi, jika Anda tidak percaya diri dengan bentuk kepala Anda. Maka, solusinya adalah dengan menerapkan potongan buzz cut atau menyisakan sedikit rambut di kepala Anda.

2. Cukur Rambut dengan Benar

Memangkas rambut sendiri memang sering dilakukan para pria jika merasa kurang nyaman untuk pergi ke barbershop. Nah, untuk Anda yang memang ingin memotong rambut sendiri, berikut ini ada tips agar hasilnya tetap bagus.

Lakukan pemotongan dengan lambat, jangan langsung mencukur rambut di bagian ujung kepala. Mulailah dengan memotong ujung rambut terluar, dengan kisaran panjang 2 cm dan lakukan secara perlahan.

Awali dari rambut bagian atas, lalu potong rambut di bagian samping dan belakang. Jika Anda menggunakan pisau cukur, maka bersihkan dengan air panas jika sudah selesai. Anda juga perlu mencukur rambut sesuai dengan jalur rambut.

3. Perawatan

Model cukuran botak keren ini tetap membutuhkan komitmen dan persiapan. Memang Anda tidak usah sering datang ke tukang cukur. Namun, perawatan untuk kepala botak ini bukanlah perkara yang mudah.  Begitu rambut Anda sudah mulai tumbuh lagi, maka Anda bisa menggunakan alat cukur yang sudah direkomendasikan untuk kulit kepala sensitif.

Alat ini akan membantu Anda menjaga kulit kepala agar tidak sampai terkena segala jenis luka yang diakibatkan oleh pisau cukur.  Anda bisa mencukur rambut Anda ketika sedang mandi. Tujuannya adalah untuk menjaga agar kulit kepala Anda tetap lembab dan bersih.

4. Merawat Kulit Kepala

Jika Anda memilih cukuran botak keren, mak Anda harus rutin mengoleskan tabir surya dengan kandungan bahan pelembab untuk menjaga kulit kepala Anda. Ketika menggunakan pisau cukur untuk memangkas rambut yang mulai tumbuh, maka kulit kepala pun akan menjadi kering.

Nah, untuk melembabkan kulit kepala Anda yang kering tersebut maka Anda bisa menggunakan tabir surya setiap hari untuk membuatnya lebih halus.

Kunjungi Juga : Kemitraan Rindu Minang 

5. Bersihkan Kulit Kepala

Melakukan perawatan pada kulit kepala yang botak tentunya tidak hanya dengan menggunakan tabir surya saja. Melainkan juga Anda harus selalu membersihkan kulit kepala Anda. Caranya, Anda bisa mengambil kain yang lembut dan beri air hangat. Lalu, kain tersebut bisa Anda gunakan untuk membersihkan kulit kepala Anda.

Selain itu, pakailah serum rambut anti oksidan yang berfungsi untuk membersihkan luka yang diakibatkan oleh pisau cukur. Hal ini tentunya akan membantu Anda dalam menjaga kebersihan kulit kepala Anda yang botak tersebut.

Dan inilah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk memilih model cukuran botak keren. Setidaknya Anda sudah memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan apa yang harus Anda perhatikan dalam perawatan rambut botak ini.

Potongan Rambut Gondrong

Potongan Rambut Gondrong

Gaya potongan rambut gondrong memang saat ini cukup marak di kalangan laki-laki. Beberapa tahun terakhir bahkan seringkali terlihat beberapa idol K-Pop dan beberapa artis Holywood yang memilih menggunakan style potongan rambut gondrong.

Banyak sekali orang yang berpendapat bahwa rambut panjang identik dengan wanita, sehingga jika ada pria yang berambut panjang maka akn terkesan aneh. Namun, ternyata rambut gondrong pada pria justru bisa membuat tampilan menjadi lebih kece dan maskulin. Nah, berikut ini ada beberapa gaya rambut gondrong yang bisa Anda coba.

1. Ponytail with Headband

Bagi sebagian K-Popers pastinya sudah tidak asing dengan gaya rambut ponytal with headband ini. Untuk laki-laki yang memang memiliki rambut gondrong yang tanggung, maka bisa sesekali menggunan pony dan headband untuk aksesoris rambut Anda.

Anda bisa menggunakan headband terlebih dahulu, kemudian ikat secara asal rambut Anda tersebut. Anda bisa menyisakan sedikit rambut bagian depan Anda. Hal ini tentunya akan membuat Anda terlihat seperti artis K-Pop yang sangat cool.

2. Mullet

Jika Anda memiliki rambut gondrong yang panjangnya sudah hampir sebahu, maka Anda bisa mencoba gaya rambut mullet ini. Anda bisa memotong sedikit rambut bagian depan dan bagian sampingnya.  Namun, Anda tetap bisa membiarkan rambut belakang Anda panjang. Nah, rambut seperti ini kan membuat tampilan Anda terlihat lebih rapi, dan maskulin.

3. Man Bun

Potongan rambut gondrong selanjutnya adalah man bun. Styling yang satu ini tergolong cukup sederhana. Dimana Anda hanya perlu mengikat rambut gondrong Anda dengan model kuncup.

Gaya rambut yang satu ini akan membuat Anda terlihat lebih keren, dan maskulin. Namun, jangan lup untuk menyisakan sedikit anak rambut pada bagian depan agar Anda terlihat lebih tampan.

4. Half U

Untuk Anda yang suka dengan tampilan maskulin, namun kondisi rambut sudah gondrong. Maka, Anda tidak perlu mencukurnya. Sebab, Anda hanya perlu untuk mencoba gaya half up ini.

Dimana Anda cukup mengikat setengah rambut Anda. Dengan begitu, Anda pun akan terlihat lebih tampan dan maskulin. Jika memang Anda bisa menambahkan poni pada rambut Anda, maka tampilan Anda pun akan terlihat lebih unreal.

5. Curtain

Potongan rambut gondrong curtai ini tergolong sangat sederhana. Anda hanya cukup menggerai rambut saja, kemudian belah bagian tengahnya menjadi dua bagian rambut. Style seperti ini tentuya akan membuat Anda terlihat lebih feminin, namun tetap terkesan maskulin.

Kunjungi Juga : Kemitraan Warkop Naik Kelas 

6. Long Slick – Back

Bagi Anda yang memiliki rambut medium hingga panjang, maka tampilan slick – back mungkin bisa menjadi pilihan terbaik. Gaya rambut ini bisa menjadi alternatif yang lebih simpel untuk pria berambut gondrong.

Untuk mendapatkan tampilan yang maksimal, maka Anda bisa mengambil sedikit gel dan sisir rambut dengan menggunakan jari dari arah depan ke belakang. Pria dengan rambut keriting juga bisa memaksimalkan tampilan ini dengan menyapu bagian depan rambut kearah belakang dengan memanfaatkan pomade agar lebih tahan lama.

7. Bro Flow

Gaya rambut bro flow ini memang terlihat sangat familiar karena menjadi gaya rambut yang banyak digunakan oleh selebritas. Selain itu, gaya rambut ini juga sangat cocok digunakan untuk pria santai, namun ingin mendapatkan tampilan yang lebih percaya diri.

Bro flow merupakan slah satu gaya rambut gondrong yang sangat keren dan serba guna, sehingga bisa disesuaikan dengan berbagai tekstur rambut. Inilah beberapa rekomendasi potongan rambut gondrong yang bisa Anda coba. Semoga referensi ini bisa memberikan Anda inspirasi akan menggunakan gaya apa untuk rambut gondrong Anda.

Warna Rambut Pria yang Disukai Wanita

Warna Rambut Pria yang Disukai Wanita

Tren mewarnai rambut memang menjadi salah satu outlook yang cukup populer di tahun 2023 ini. Pilihan warna rambut ini sangat beragam, sehingga bisa Anda sesuaikan dengan selera dan warna kulit Anda. Tentunya ada banyak sekali pilihan warna rambut pria yang cukup populer di tahun 2023 ini.

Ada banyak sekali pilihan warna rambut yang bisa Anda coba di tahun 2023 ini. Tiap warna rambut ini tentunya akan memberikan kesan tampilan yang berbeda-beda. Nah, berikut ini ada beberapa pilihan warna rambut yang sedang tren di tahun 2023 ini.

1. Chestnut Brown

Warna rambut chestnut brown ini menjadi pilihan dari banyak pria. Sebab, warna yang satu ini sangat cocok untuk semua jenis kulit. Kebanyakan kulit pria Indonesia adalah sawo matang. Jadi, akan sangat aman jika menggunakan warna rambut chestnut brown ini.

Warna rambut yang satu ini merupakan campuran warna dasar gelap dengan highlight keemasan. Warna rambut pria yang dasarnya sudah gelap maka akan lebih mudah untuk menerapkan warna yang satu ini.

2. Cokelat Tua

Warna rambut dark brown ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk Anda. Sebab, warna ini akan menonjolkan sisi maskulin dari diri Anda. Warna cokelat tua ini bisa menghasilkan warna yang sangat natural, sehingga sangat cocok untuk kulit pria Indonesia.

3. Cinnamon Brown

Cinnamon brown ini merupakan gradasi warna coklat yang lebih terang dengan perpaduan highlight warna tembaga. Jika memang Anda merupakan seorang pria dengan warna kulit yang putih atau kuning langsat, maka warna ini akan sangat cocok diterapkan pada rambut Anda tersebut.

Para pria kantoran bahkan banyak yang menyukai warna cinnamon brown ini. Sebab, warna cinnamon brown ini bisa mendukung segala macam penampilan Anda. Warna ini juga sangat cocok digunakan untuk menghadiri acara santai maupun acara formal.

4. Ginger Brown

Warna rambut pria yang disukai wanita 2023 selanjutnya adalah warna giger brown. Warna ini memadukan antara warna coklat dengan warna merah yang terkesan masih soft dan sangat cocok untuk warna kulit yang cerah hingga warna kulit sawo matang.

5. Medium Ash Brown

Jika Anda mencoba tampil lebih maskulin, maka Anda bisa mencoba warna dark brown. Paduan warna coklat dan highlight abu ini tentunya akan mendukung tampilan Anda semakin menarik, terlebih di mata wanita 2023.

6. Brown Red

Salah satu warna yang sangat cocok dengan warna kulit pria Indonesia selanjutnya adalah merah. Untuk bisa lebih menyesuaikan dengan warna kulit Anda, maka bisa menggunakan paduan warna coklat dan merah bata yang sangat cocok untuk Anda yang menyukai casual style.

7. Brunette

Warna rambut brunette atau warna coklat kalsik ini akan sangat terlihat natural untuk Anda yang berkulit sawo matang maupun kuning langsat. Warna yang satu ini bisa membuat ilusi rambut yang terlihat lebih tebal. Jadi, sangat cocok untuk Anda yang memiliki rambut tipis.

Kunjungi Juga : Kemitraan Rindu Minang 

8. Coklat Mocca

Warna coklat mocca ini merupakan perpaduan warna coklat gelap, orange, dan merah. Warna yang khas ini akan menonjolkan kesan macho sekaligus misterius pada tampilan keseluruhan Anda dan sangat cocok untuk kulit berwarna sawo matang atau putih pucat.

Tentunya masih ada banyak sekali rekomendasi warna rambut yang sangat populer di tahun 2023 ini, mulai dari highlight white, dark grey, jet black, highlight pink, hingga merah maroon. Pemilihan warna ini bisa Anda sesuaikan dengan keinginan dan karakter Anda.

Jenis Model Rambut Pria yang Disukai Wanita

Jenis Model Rambut Pria yang Disukai Wanita

Ketika semua cara sudah Anda coba mulai dari latihan gym, berpenampilan keren dengan outfit kekinian, namun belum juga ada yang lirik. Mungkin masalahnya terletak pada model rambut Anda. Perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua model rambut cocok untuk Anda. Untuk itu, berikut ini akan diberikan jenis model rambut pria yang disukai wanita.

Bagi Anda yang mungkin masih belum pede dengan gaya rambut Anda saat ini, maka bisa simak beberapa rekomendasi model rambut yang sangat disukai oleh para wanita berdasarkan survei yang sudah dilakukan di dunia.

1. Textured Fringe

Model rambut yang satu ini memang terlihat pendek dengan rambut yang agak panjang dan bertekstur di bagian tengahnya. Selain itu, gaya rambut yang satu ini juga memiliki sedikit poni.

Nah, bagi Anda yang memiliki rambut keriting atau ikal akan sangat cocok dengan model rambut yang satu ini. Potongan ini juga akan membuat bentuk wajah Anda terlihat lebih jelas.

2. Quiff

Model rambut quiff ini memang mirip dengan model rambut textured fringe. Perbedaannya terletak pada pembentukan bagian tengah rambutnya. Model rambut quiff ini akan memiliki rambut yang mencuat keatas atau ke belakang.

Model rambut ini memang terlihat sangat keren, meski untuk menatanya Anda perlu menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan produk rambut. Setelah Anda memotong rambut, maka Anda bisa membentuk rambut menjadi quiff dengan cara membasahi rambut dan menyisirnya ke sampin. Gunakan juga sedikit hair gel atau hair wax.

Namun, apabila Anda belum memiliki bentuk rambut quiff sesuai dengan yang Anda inginkan, maka gunakan saja hair dryer dan sikat rambut untuk menggulung rambut keatas, lalu tambahkan hair gel atau wax agar quiff lebih awet.

3. Faux Hawk

Jenis model rambut pria yang disukai wanita selanjutnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi adalah fohawk. Model rambut yang satu ini tidak seperti mohawk pada umumnya. Dimana rambut bagian tengahnya akan terlihat lebih panjang dengan sisi pinggir yang dicukur rapi.

Untuk Anda yang tidak suka menghabiskan banyak waktu untuk melakuakn perawatan rambut, maka faux hawk ini merupakan model rambut yang paling tepat untuk Anda.

4. Comb Over

Jenis model rambut pria yang disukai wanita selanjutnya adalah comb over. Model rambut yang satu ini merupakan model rambut belah pinggir yang tidak lekang oleh waktu. Meski memang pada awalnya model comb over ini hanya merupakan model belah pinggir untuk rambut pendek.

Namun, saat ini comb over juga bisa digunakan menjadi lebih modern. Bahkan, rambut panjang pun bisa dibentuk menjadi model comb over ini. Model rambut ini juga bisa diubah menjadi model rambut lain tanpa perlu terlalu banyak styling.

Bagi Anda yang mungkin suka dengan tampilan yang edgy dan cool, maka model comb over ini bisa diuat lebih unik dengan cara mencukur rambut di sisi pinggir dan membiarkan rambut atas tetap agak panjang.

Kunjungi Juga : Kemitraan Warkop Naik Kelas 

5. French Crop

French crop merupakan potongan rambut pendek dengan poni lurus horizontal. Potongan rambut ini sangat cocok digunakan untuk Anda yang lebih memilih untuk berambut pendek. Potongan ini juga meruapakan salah satu potongan rambut yang sangat nyaman karena tidak membutuhkan styling dan produk rambut yang terlalu banyak.

Anda cukup mengeringkan rambut dan menggunakan sedikit gel atau pomade pada bagian atas dan depan rambut.

Ciri khasnya:

  • Bagian atas pendek dan rata
  • Ada poni kecil ke depan (fringe)
  • Samping lebih tipis

Kesan yang diberikan:

  • Rapi, simpel, dan modern
  • Cocok untuk wajah oval atau kotak
  • Gampang dirawat (tidak ribet styling)

6. Fade

Model rambut fade aat ini memang menjadi model rambut favorit para pria. Terdapat dua jenis model rambut fade, yaki high fade dan low fade. Untuk Anda yang lebih suka dengan tampilan edgy, maka potongan high fade ini lebih tepat untuk dipilih.

Sementara itu bagi Anda yang lebih suka tampilan konservatif, maka low fade bisa menjadi pilihan terbaik.  Jadi, inilah beberapa jenis model rambut pria yang disukai wanita bisa Anda jadikan sebagai referensi dalam membentuk rambut agar lebih menarik.